Jumat, 16 Desember 2016

Return On Asset (ROA)




Return On Asset

Hasil pengembalian dari suatu aktiva yang mengukur efisiensi perusahaan untuk memanfaatkan seluruh sumber dayanya, disebut juga dengan hasil pengembalian atas investasi. Investasi merupakan penundaan penggunaan manfaat ekonomi untuk memperoleh manfaat yang lebih besar di masa yang akan datang. Pada perusahaan keputusan investasi akan tercermin pada sisi aktiva perusahaan, oleh sebab itu Return On Investment disebut juga Return On Asset

Return On Assets merupakan salah satu komponen dari kinerja akuntansi yang dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari aktiva yang digunakan. Robert Ang (1997) pada Safitri (2013), menyatakan bahwa semakin besar ROA, maka semakin baik karena tingkat keuntungan yang dihasilkan perusahaan dari pengelolaan asetnya semaikin besar, dengan pengeloaan aset yang semakin efisien maka tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan akan meningkat yang nantinya akan meningkatkan harga saham. Pernyataan tersebut didukung penelitian yang telah dilakukan Abigael dan Ika (2008) dan Zuliarani (2012) yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap harga saham.
 

Menurut Mardiyanto (2009: 196), ROA adalah rasio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang berasal dari aktivitas investasi. Menurut Dendawijaya (2003: 120) rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam memperoleh keuntungan atau laba secara keseluruhan. Semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut dan semakin baik pula posisi perusahaan tersebut dari segi penggunaan aset. Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) ROA adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari penggunaan aktiva. Menurut Ross dkk., (2009: 90), rumus yang digunakan untuk menghitung Return On Asset yaitu:

      
                      Return On Asset =   Laba Bersih / Total Aset
                           
 

Return On Asset diukur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total aset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik produktivitas aset untuk memperoleh laba bersih. Hal tersebut selanjutnya akan meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor. Peningkatan daya tarik perusahaan menjadikan perusahaan tersebut makin diminati investor, karena tingkat pengembalian akan semakin besar. Harga saham dari perusahaan yang tercatat di pasar modal akan semakin meningkat, sehingga Return On Asset akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan. Hanafi dan Halim (2003: 27) menyatakan bahwa Return On Asset merupakan rasio keuangan perusahaan yang berhubungan dengan profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat pendapatan, aset dan modal saham tertentu. Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) angka ROA dapat dikatakan baik apabila lebih dari 12%.




Referensi

Abigael K, Ika Veronica dan Ardini Ika S. 2008. Pengaruh Return On Asset, Price Earning Ratio, Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Price to Book value terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Di BEI. Jurnal SOLUSI, Vol.7, No.,4; 75-90. 
Dendawijaya, Lukman. 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hanafi, Mamdu M dan Abdul Halim. 2005. Analaisis Laporan Keuangan Cetakan Kedua. Yogyakarta : UPP AMPN YPKN.

Lestari, Maharani Ika dan Toto Sugiharto. 2007. Kinerja Bank Devisa Dan Bank Non Devisa Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitek & Sipil). 21-22 Agustus, Vol.2. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma.


Ross, Stephen A., Westerfield, Randolph W dan Jordan, Bardford D. 2009. Pengantar Keuangan Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.


Safitri, Abied Luthfi. 2013. Pengaruh Earning Per Share, Price  Earning Ratio, Return On Asset, Debt To Equity dan Market Value Added Terhadap Harga Saham Dalam Kelompok Jakarta Islamic Index. Management Analysis Journal, Vol. 2, No. 2.

Zuliarani, Sri. 2012. Pengaruh Kinerja Keunagan Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Minning and Mining Service Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Aplikasi Bisnis, Vol.3 No.1; 36-48.

This Is The Oldest Page

1 komentar so far

maaf mas mau menyanggah bukannya ROA yang baik itu diatas 2% ya? kalo diatas 12% itu bukannya ROE? makasih.


EmoticonEmoticon